DIREKTORAT PERENCANAAN DAN SISTEM INFORMASI

SIAT AKADEMIK

SIAT KEMAHASISWAAN

SIAT KEPEGAWAIAN

SIAT E-OFFICE

SIAT PERENCANAAN

SIAT KKI-D

SIAT KKI-T

ERP by ORACLE

PORTAL STAFF UNPAD

PORTAL STUDENT UNPAD

PENGUMUMAN

Jadwal Penginputan Rencana Anggaran dan Rincian item barang dan jasa Tahun 2024

FENDRIA YUDHA [ 13-11-2023 12:48 ]

Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.


Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:

Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan

  • Jadwal Pengumpulan Dokumen RKAT 2024 Unit yang disahkan oleh pimpinan unit :
    Tanggal 13 Desember 2023 - 5 Januari 2024
    Format RKAT
    1. Pendahuluan
  • 1.1. Umum (Deskripsi umum unit, tantangan dan peluang, gambaran umum strategi pencapaian kinerja untuk mencapai IKU Renstra dan DIKTI, gambaran umum Proker tahun 2024)
  • 1.2. Rencana Strategis Unit Sebagai turunan dari rencana Strategis universitas, Indikator Kinerja dan target kinerja tahun 2020 - 2024 sebagai turunan IKU renstra dan IKU kemdikbud unit tahun 2020 - 2024)
  • 1.2. Pohon Kinerja
    2. Kinerja Tahun 2023 dan Rencana Kinerja Tahun 2024
    2.1. Capaian Kinerja tahun 2023 dan Rencana kinerja tahun 2024
    2.2. Rencana Program dan Kegiatan tahun 2024 (menguraikan Program kegiatan dan nilai pada tahun 2024- tabel dan deskripsi(hirarki prog dan kegiatan mengacu pada kelompok program dan kegiatan disiat perencanaan)
    2.3. Sumber Pembiayaan (menguraikan sumber penerimaan dan nilai penerimaan pada tahun 2024- tabel dan deskripsi)
  • 3. Penutup
  • 4. lampiran
    1. tabel Detail Rencana Program dan Kegiatan 2024
  • 2. Table Detail Rencana Penerimaan 2024
    3. Pohon Kinerja

Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:

Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)

Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.

Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.

BERITA UNPAD

Karamba FPIK Unpad Lepas 100 Ribu Benih Ikan Nilem di Waduk Jatigede

[Kanal Media Unpad] Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas “Karamba” Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran melakukan kegiatan restocking ikan di Waduk Jatigede, Sumedang, Minggu (12/5/2024).

Di Waduk Jatigede sendiri banyak jenis ikan asli yang dapat ditemukan seperti Ikan tawes, nilem, dan lalawak. Namun, seiring berjalannya waktu penangkapan berlebihan mengancam populasi ikan di perairan tersebut. Perlu dilakukan restocking ikan untuk memperbanyak stok.

Restocking merupakan kegiatan menebar kembali ikan yang sudah ada sebelumnya pada suatu perairan. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menambah populasi ikan demi menjaga ekosistem perairan.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad, jenis ikan yang di-restocking adalah ikan nilem. Hal ini didasarkan, ikan ini sudah dikembangbiakkan di Waduk Jatigede sejak 2015. Selain itu, ikan nilem (Osteochilus hasselti) sendiri merupakan salah satu ikan endemik Indonesia, khususnya daerah Jawa Barat yang hidup di perairan tawar.

Di lapangan, UKMF Karamba bekerja sama dengan pihak Desa Sukamenak. Sebanyak 100.000 benih ikan nilem disebar di Waduk Jatigede. Benih ikan ini merupakan hasil kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat dan Cabang Dinas Kelautan Perikanan Wilayah Selatan.

Penebaran benih dilakukan dengan cara diaklimatisasi dahulu agar ikan tidak stres dan dapat beradaptasi. Lokasi penyebaran berada di tiga titik yang seluruhnya berada di tengah-tengah perairan Jatigede.

“Saya harap kegiatan pengabdian masyarakat ini bisa terus berlanjut sampai tahun-tahun selanjutnya. Selain itu juga, kegiatan ini merupakan bentuk ikatan silaturahmi antara mahasiswa Unpad dengan warga sekitar Jatigede. Diharapkan, restocking ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitar perairan Jatigede khususnya Desa Sukamenak,” ujar dosen FPIK Unpad Irfan Zidni, PhD., yang ikut dalam kegiatan ini. (rilis)*

The post Karamba FPIK Unpad Lepas 100 Ribu Benih Ikan Nilem di Waduk Jatigede appeared first on Universitas Padjadjaran.

Prodi Ilmu Pemerintahan Unpad Kaji Dinamika Pemerintahan di Temanggung

[Kanal Media Unpad] Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Temanggung melaksanakan studi lapangan dinamika pemerintahan dan perubahan sosial. Kegiatan dilaksanakan langsung di Temanggung, Jawa Tengah, 6-9 Mei 2024.

Studi lapangan ini diikuti 75 mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unpad, termasuk di dalamnya mahasiswa peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini, yaitu untuk menggali dinamika pemerintahan di Temanggung dalam menyelesaikan permasalahan kesejahteraan petani tembakau di daerah tersebut.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad, Temanggung dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komoditas tembakau terbaik di Indonesia bahkan dunia. Sayangnya, potensi tersebut tidak sejalan dengan isu permasalahan kesejahteraan petani tembakau yang masih belum mencapai taraf sejahtera.

Kondisi tersebut memantik mahasiswa untuk melaksanakan studi lapangan. Studi dilakukan dengan melakukan observasi mendalam kepada sejumlah pihak, seperti perangkat daerah, Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, para petani tembakau di Desa Tlilir dan Desa Legoksari, serta sarasehan bersama Pj. Bupati Temanggung Hary Agung Prabowo.

“Secara keseluruhan pelaksanaan praktikum ini, alhamdulillah berjalan lancar, kemudian kami mendapat dukungan dari Pj Bupati Temanggung Bapak Hary Agung Prabowo yang juga merupakan alumni Prodi Ilmu Pemerintahan Unpad,” ungkap Kaprodi Ilmu Pemerintahan Unpad Dr. Dede Sri Kartini, M.Si.

Hasil dari studi lapangan tersebut adalah berupa rekomendasi kebijakan (policy brief) dan laporan kegiatan yang akan diaudiensikan kepada Pemkab Temanggung. Rekomendasi ini akan menjadi bahan pertimbangan arah kebijakan ke depan yang adaptif dan dinamis.

Konsep Dynamic Governance menekankan pemerintahan yang dinamis terhadap perkembangan zaman sehingga mampu melahirkan kebijakan-kebijakan yang adaptif dan relevan dari waktu ke waktu. (rilis)*

The post Prodi Ilmu Pemerintahan Unpad Kaji Dinamika Pemerintahan di Temanggung appeared first on Universitas Padjadjaran.

Tingkatkan Kepedulian Mahasiswa Terhadap Alam Melalui Wildlife Journalism Competition

[Kanal Media Unpad] Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, Universitas Padjadjaran melalui Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad menyelenggarakan kegiatan pembukaan “Wildlife Journalism Competition 2024” yang digelar di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Rabu (22/5/2024).

Pada acara pembukaan kegiatan tersebut juga diselenggarakan rangkaian acara seminar bertajuk “Warta dan Satwa: Jurnalis di Barisan Pejuang Konservasi Alam Indonesia” dengan menghadirkan berbagai narasumber sebagai pembicara.

Narasumber yang menjadi pembicara pada acara seminar tersebut antara lain Corporate Secretary of Pertamina New & Renewable Energy Dr. Dicky Septriadi, wartawan Metro TV Desi Fitriani, serta Wakil Ketua Dewan Pers Muhamad Agung Dharmajaya.

Selain itu, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Spesies, dan Genetik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nunu Anugrah, S.Hut., M.Sc., Emergency Centre for Transboundary Animal Disease Food and Agriculture Organization of the United Nations Indonesia Luuk Schoonman, dan Chanee Kalaweit juga hadir sebagai pembicara.

Dalam sambutannya, Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad Prof. Dr. Tomy Perdana, S.P., M.M., mengatakan bahwa Unpad sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang sangat selaras dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unpad, yaitu “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional”.

Prof. Tomy berharap, melalui penyelenggaraan kompetisi jurnalisme yang mengangkat isu konservasi alam liar ini dapat menjadi salah satu langkah awal kontribusi mahasiswa Unpad sebagai penggerak dalam keberlanjutan lingkungan hidup serta pembangunan Indonesia dan dunia di masa datang.

“Selamat untuk melakukan rangkaian aktivitas yang terkait dengan Wildlife Journalism Competition ini. Mudah-mudahan tujuan yang telah ditetapkan bersama ini bisa memberikan kontribusi atas keberlanjutan pembangunan di negeri ini dan juga kita bisa berkontribusi dari sisi global,” kata Prof. Tomy.

Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad Dr. Dadang Rahmat Hidayat juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara ini dapat berlangsung.

Dadang berharap ,kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan hal yang jarang diperbincangkan, khususnya mengenai konservasi alam yang menjadi tema kegiatan seminar ini.

“Tentu ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung. Kami berharap media bisa voicing the voiceless, menyampaikan sesuatu yang jarang dibicarakan media,” ujar Dadang.

Senada dengan Dadang, Ketua Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Dr. Uud Wahyudin. S.Sos., M.Si., juga menyampaikan kegiatan ini membahas hal-hal yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas, khususnya hal yang berkaitan dengan konservasi lingkungan hidup dan satwa liar.

Uud berharap melalui penyelenggaraan kegiatan ini masyarakat bisa mendapatkan pemahaman mengenai kepunahan satwa liar di Indonesia.

“Kita bersama-sama bagaimana hal yang tidak disadari oleh masyarakat umum bahwa ini penting kita konservasi, penting kita lindungi. Ini lah tujuan kita mengadakan acara ini, sehingga nanti muncul kesadaran dan pemahaman dari semua unsur tentang pentingya kita melakukan perlindungan pada satwa liar,” jelas Uud.

Sementara itu, Kepala Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste Rajendra Arya mengapresiasi kegiatan Wildlife Journalism Competition tersebut. Melalui kegiatan ini, banyak generasi muda berkumpul untuk mendiskusikan pentingnya pelestarian keanekaragaman satwa liar dan lingkungan.

"Kehadiran Bapak/Ibu dan teman-teman sekalian mengirimkan pesan kuat bahwa banyak masyarakat yang peduli terhadap masa depan lingkungan yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kehidupan kita," ujarnya.

Selain itu, Arya mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi tahap penting untuk membangun kesadaran publik dalam mendukung penguatan pencegahan penyakit zoonosis di Indonesia.

Senada dengan Arya, Director of Health Office USAID Indonesia Enilda Martin mengatakan, Indonesia selama ini merupakan negara yang serius dalam mencegah zoonosis. Seluruh unsur banyak berpihak, termasuk di antaranya akademisi. Pencegahan dan kontrol dari zoonosis memerlukan kolaborasi yang kuat.

"Pendidikan dan kesadaran akan bahaya zoonosis harus selalu ditekankan kepada masyarakat. Inovasi dan kolaborasi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas kesehatan di Indonesia," ujarnya.

Wildlife Journalism Competition (WJC) adalah kompetisi jurnalistik yang mengangkat isu konservasi satwa liar di Indonesia dan diinisiasi oleh Pusat Studi Komunikasi Lingkungan Fikom Unpad.

Kompetisi yang menghadirkan mata lomba berita khas atau feature, photo story, dan video dokumenter pendek ini mengundang partisipasi dari para mahasiswa di seluruh Indonesia yang memiliki minat pada isu konservasi, terutama konservasi satwa liar. (arm)*

The post Tingkatkan Kepedulian Mahasiswa Terhadap Alam Melalui Wildlife Journalism Competition appeared first on Universitas Padjadjaran.

Membaca Konflik Israel-Palestina dari Kacamata Psikologi Politik

Laporan oleh Salsabila Andiana

[Kanal Media Unpad] Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran menyelenggaran kuliah umum bertajuk “The Current Situation of the Israel-Palestinian Conflict: From the Perspective of Political Psychology” secara hybrid dari Ruang Sidang S-3 Gedung 1 Fapsi Unpad, Jatinangor, Sumedang, Selasa (21/5/2024).

Kuliah umum ini menghadirkan Duta Besar Nadjib Riphat Kesoema, mantan Duta Besar Indonesia salah satunya untuk Uni Eropa, Belgia, dan Luxemburg.  Kegiatan ini dibuka oleh Koordinator mata kuliah Psikologi Politik Fapsi Unpad Dr. Zainal Abidin , M.Si.

Dalam pembukaannya, Zainal mengatakan bahwa kuliah umum ini rutin diselenggarakan dalam 4 tahun terakhir. “Baru setahun lalu mulai memanggil ahli, salah satunya terkait kebijakan internasional,” ujarnya.

Selanjutnya, Duta Besar Nadjib yang juga alumni Psikologi Unpad menyampaikan materi mengenai konflik antara Israel dan Palestina dari sudut pandang psikologi politik serta catatan sejarah.

“Saat ini, saya pikir ini (konflik Israel-Palestina) adalah masalah yang luar biasa, masalah kemanusiaan yang sedang kita hadapi. Ini bukan masalah main-main lagi,” tegasnya.

Duta besar yang juga anggota Majelis Wali Amanat Unpad tersebut menjelaskan bahwa psikologi politik dapat digunakan untuk menganalisis konflik dan menciptakan perdamaian melalui studi kepribadian (study of personality) yang berfokus pada dampak kepemimpinan dan kepribadian tokoh kunci terhadap pengambilan keputusan, serta konsekuensi dari kepribadian massa terhadap batas-batas kepemimpinan.

Selain itu, analisis juga dapat dilakukan melalui pendekatan kepribadian kunci (key personality) dalam psikologi politik.

Nadjib memaparkan bahwa psikologi politik membahas mengenai penjelasan perilaku politik, mulai dari perilaku politik yang familier hingga perilaku politik yang tampaknya tidak dapat dipahami.

Dalam psikologi politik, kepribadian tidak hanya dimiliki oleh individu saja tetapi juga dimiliki oleh setiap bangsa. Kepribadian bangsa ditunjukkan oleh seluruh masyarakat, namun yang paling terlihat adalah  tokoh kunci atau pemimpin dari bangsa tersebut.

“Orang-orang ini (tokoh kunci dan pemimpin) akan memberikan seperti mass personality, seperti personality-nya orang banyak,” paparnya.

Selain itu, terdapat pula keyakinan bersama tentang ciri kepribadian yang khas bagi orang-orang dari suatu bangsa tertentu, yang juga disebut dengan karakter nasional atau stereotip nasional, atau bahkan kepribadian nasional. Suatu bangsa, bahkan suku-suku bangsa memiliki stereotip tertentu.

“Itu (stereotip nasional) merupakan gambaran karakter,” tambahnya.

Dalam menganalisis konflik, pendekatan yang digunakan adalah collective politicized identity. Collective politicized identity merupakan pendekatan psikologi politik yang terhubung dengan tiga konsep, yaitu collective identity (pemberian nama terhadap sesuatu), power struggle (perjuangan untuk mendapatkan kekuasaan), serta kompleksitas konteks sosial dan kemanusiaan yang lebih luas daripada sekadar perjuangan kekuasaan.

“Darimana pun, banyak teori psikologi politik yang bisa kita masukkan untuk mendekati permasalahan ini (konflik Israel-Palestina). Tapi, saya ingin mengetuk hati kita, ingin kita melihat bahwa ini adalah permasalahan manusia yang luar biasa, tragedi kemanusiaan yang luar biasa yang sedang terjadi,” jelas Nadjib.

Rekonsiliasi psikologi juga penting dalam mengatasi suatu konflik.  Aspek rekonsiliasi psikologi memerlukan perubahan dalam etos konflik. “Jadi, jiwa dari konflik harus kita pegang, kita lihat dalamnya apa yang terjadi,” jelas Nadjib.

Dalam rekonsiliasi psikologi, menghormati keyakinan masyarakat juga perlu dilakukan. “Keyakinan-keyakinan dari kelompok itu harus kita bedah (dan) harus kita lihat secara jelas,” katanya.

Lebih lanjut, Nadjib mengatakan bahwa pembentukan etos perdamaian juga diperlukan dengan mengganti konflik yang sudah mengakar di dada dengan etos perdamaian.

Nadjib juga menjelaskan bahwa kontribusi utama psikologi politik dalam menciptakan perdamaian dan resolusi konflik dapat dilakukan melalui pemanfaatan budaya dialog berbasis objektif, pendekatan secara tepat dan bijaksana semua bentuk polarisasi, memitigasi langkah bersama untuk mengatasi akar permasalahan, serta menyadarkan pemimpin kelompok yang bertikai. (art)*

The post Membaca Konflik Israel-Palestina dari Kacamata Psikologi Politik appeared first on Universitas Padjadjaran.

Hasil Riset Peneliti Unpad: Kesehatan Reproduksi Kerap Dilupakan Perempuan Pekerja

[Kanal Media Unpad] Tim peneliti Fakultas Kedokteran Unpad melakukan penelitian mengenai kesadaran perempuan pekerja tentang kesehatan reproduksi. Hasilnya, mayoritas responden sering melupakan kesehatan reproduksinya dan memerlukan  dukungan terkait edukasi dan layanan kesehatan reproduksi di lingkungan kerja.

“Beberapa perempuan di tempat kerja, dengan tugas gandanya sebagai ibu, sebagai istri, juga sebagai pekerja, sering melupakan kesehatan reproduksinya,” kata ketua tim Dr. Puspa Sari, M.Keb., dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad.

Penelitian tersebut dilakukan Puspa beserta timnya yang terdiri dari Astuti Dyah Bestari, S.ST., M.Keb; Neneng Martini, S.ST., M.Keb; dan dr. Budi Sujatmiko, M.Epid, dengan mewawancarai sejumlah responden yang merupakan perempuan bekerja di wilayah Bandung.

Lebih lanjut Puspa mengatakan, waktu yang banyak dihabiskan di tempat kerja membuat perempuan hanya fokus pada produktivitas dan kualitas pekerjaan, tanpa memperhatikan kualitas kesehatannya.

Beberapa responden, dalam risetnya, juga banyak yang belum memahami mengenai kesehatan reproduksi dan masalahnya serta bagaimana upaya deteksi dan pencegahan dini dari masalah-masalah yang timbul.

“Sekalipun dengan rekan kerja, berbicara atau sekadar ‘curhat’ masalah kesehatan reproduksi yang dialami, menjadi sesuatu yang tabu untuk dibicarakan. Sehingga, masalah kesehatan reproduksi ini terlupakan di kalangan perempuan pekerja,” imbuh Puspa.

Cegah Sejak Dini

Puspa melihat bahwa beberapa perempuan yang bekerja hanya datang ke tempat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kontrasepsi atau baru datang ketika memiliki masalah/keluhan. Padahal seyogianya, upaya pencegahan atau deteksi dini masalah kesehatan reproduksi itu harus dilakukan sebelum terjadi suatu kelainan atau penyakit.

Upaya pencegahan tersebut, seperti halnya pemeriksaan tes pap (pap smear) untuk deteksi dini kanker serviks, pemeriksaan payudara sendiri (sadari) yang dapat dilakukan oleh semua perempuan secara mandiri, serta pemeriksaan payudara secara klinis (sadanis) oleh tenaga kesehatan, bisa dilakukan untuk mendeteksi secara dini adanya kanker payudara.

Selain kanker payudara dan kanker serviks, masalah kesehatan terkait sistem reproduksi di antaranya adalah masalah menstruasi, masalah efek samping dari alat kontrasepsi, masalah kesuburan (infertilitas), dan lain-lain.

“Masalah-masalah kesehatan reproduksi pada perempuan cukup banyak, dan seringkali membuat stres penderitanya. Masalah tersebut sesungguhnya dapat dicegah dan diobati sejak awal apabila seorang perempuan rutin berkonsultasi ataupun memeriksakan dirinya ke tempat pelayanan kesehatan,” kata Puspa.

Menurut dosen Program Studi Kebidanan FK Unpad ini, pelayanan dan informasi kesehatan reproduksi sebetulnya sudah dapat dijangkau dengan adanya perkembangan teknologi dan media informasi. Namun, seorang perempuan acapkali kurang memperhatikan kesehatan reproduksinya karena terkendala waktu dan kesibukan lain.

Beberapa responden yang diwawancarai Puspa dan tim diketahui memiliki pengetahuan kurang mengenai waktu dan tempat untuk pap smear, sadari atau sadanis; pengetahuan yang masih kurang mengenai alat kontrasepsi dan efek sampingnya; pengetahuan mengenai siklus menstruasi yang normal dan tidak normal; dan hal lainnya terkait kesehatan reproduksi.

Dari hasil wawancara responden tersebut, didapat informasi bahwa para responden menginginkan pendidikan kesehatan reproduksi yang berkesinambungan dan dekat dengan mereka. Artinya, dengan tidak perlu jauh-jauh keluar dari kantor, mereka bisa mendapatkan pelayanan konsultasi terkait kesehatan reproduksi, seperti alat kontrasepsi, kelainan menstruasi, dan informasi lainnya.

Salah seorang responden mengungkapkan, "Saya lebih banyak menghabiskan waktu di kantor, jadi gak sempat keluar kantor untuk sekadar konsultasi ataupun deteksi dini masalah kesehatan reproduksi. Selain itu, waktu libur saya juga untuk keluarga, dan rasanya sudah malas kemana-mana kalau waktu libur."

Selain itu, beberapa responden lain mengungkapkan bahwa mereka jarang bahkan sama sekali belum pernah mendapatkan edukasi secara langsung mengenai kesehatan reproduksi.

“Pernyataan dari responden tersebut menjelaskan bahwa akses edukasi serta upaya deteksi dan pencegahan penyakit/masalah kesehatan reproduksi sangat diperlukan oleh wanita pekerja, terutama kelompok wanita usia subur (wus). Responden lebih termotivasi dan lebih tertarik untuk mendapatkan edukasi secara langsung,” kata Puspa.

Untuk itu, Puspa berpendapat bahwa dukungan berbagai pihak di tempat bekerja yang dapat menyediakan layanan konsultasi dan edukasi kesehatan reproduksi secara langsung, disertai adanya ketersediaan waktu untuk perempuan dalam mengakses layanan tersebut sangat diperlukan.

Harapannya adalah selain perempuan produktif dalam pekerjaan, perempuan pun sehat secara fisik dan mental, terutama terkait kesehatan reproduksi.

“Apabila seorang perempuan sehat, maka dia akan lebih produktif, rajin dan semangat dalam menjalankan tugas sebagai pekerja maupun sebagai seorang ibu rumah tangga,” pungkasnya. (art)*

The post Hasil Riset Peneliti Unpad: Kesehatan Reproduksi Kerap Dilupakan Perempuan Pekerja appeared first on Universitas Padjadjaran.

Sivitas Akademika UiTM Malaysia Pelajari Proyek KPBU RS Unpad

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menerima kunjungan mahasiswa dan dosen dari Master of Science Integrated Construction Project Management, Universiti Teknologi Mara (UiTM), Malaysia, Jumat (3/5/2024) lalu.

Kunjungan yang terdiri dari 30 dosen dan mahasiswa tersebut dilakukan untuk mempelajari skema Kerja Sama Pemerintah-Badan Usaha (KPBU) Rumah Sakit Unpad. Rumah Sakit Unpad merupakan salah satu proyek infrastruktur perguruan tinggi dan rumah sakit yang menggunakan skema KPBU untuk pengembangannya. Skema ini merupakan salah satu skema penyediaan infrastruktur yang diatur dalam Perpres No. 38 Tahun 2015.

Dalam rilis yang diterima Kanal Media Unpad, salah seorang pengampu program dari UiTM Dr. Rumaizah Mohd Nurdin menjelaskan, kunjungannya ke Unpad dilakukan untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai rencana tahapan KPBU RS Unpad. Informasi proyek ini diperoleh dari PPP Book 2024 yang diterbitkan Kementerian Perencanaan dan Pembangunan/Bappenas RI.

“Proyek KPBU RS Unpad akan menjadi salah satu objek yang dipelajari oleh mahasiswa dalam program ini,” ujarnya.

Proyek KPBU RS Unpad sendiri merupakan proyek KPBU yang didampingi oleh Kementerian Keuangan RI melalui skema "Project Development Facility" (PDF), sebagai salah satu program pemerintah dalam pembiayaan infrastruktur.

Selain itu, proyek ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Kementerian Bappenas RI.

Pada kunjungan tersebut, delegasi UiTM mendapatkan penjelasan mengenai proyek KPBU RS Unpad yang disampaikan Tim Simpul KPBU Unpad bersama Direktur Utama RS Unpad Herry Herman, dr., Sp.OT., PhD.

Para mahasiswa UiTM terlihat sangat antusias dalam mempelajari skema proyek tersebut, Adapun luaran dari kegiatan in,i mahasiswa akan merumuskan studi berbasis Proyek KPBU RS Unpad yang akan dipresentasikan di masa datang.

Rencananya kegiatan evaluasi akan melibatkan perwakilan Unpad untuk memberikan penilaian terhadap studi yang dilakukan oleh mahasiswa. Kegiatan ditutup dengan mengunjungi RS Unpad Tahap 1 yang saat ini sudah selesai dibangun. (rilis)*

The post Sivitas Akademika UiTM Malaysia Pelajari Proyek KPBU RS Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.

Sebanyak 43 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di Unpad Job Fair 2024

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran melalui Pusat Pengembangan Karier menyelenggarakan acara pameran kerja bertajuk “Unpad Job Fair 2024” di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Selasa (21/5/2024) dan Rabu (22/5/2024).

Acara yang bertema “Accelerate Your Meaningful Career” tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti. Dalam sambutannya, Rektor berharap agar para peserta dapat memiliki karier yang baik untuk masa depan sesuai dengan tema acara pameran kerja tersebut.

“Jadi bukan hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi memiliki karier. Karier itu adalah sampai akhir hayat mampu produktif, berkontribusi, sejahtera, lalu punya dampak (manfaat) pada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Rektor.

Rektor juga mengimbau kepada para peserta agar memanfaatkan seluruh rangkaian kegiatan dalam acara ini dengan baik, serta menyesuaikan antara karakteristik pekerjaan yang akan dipilih dengan bakat dan talenta yang dimiliki.

“Saya sangat yakin dan optimistis Anda semua mampu berkarier hingga akhir hayat untuk memberikan kebermanfaatan. Bukan hanya pada diri anda dan keluarga, tetapi juga bangsa Indonesia,” kata Rektor

Kepala Pusat Pengembangan Karier Unpad Dr. Rosaria Mita Amalia, M.Hum., mengatakan, sebanyak 43 perusahaan dari berbagai industri berpartisipasi pada kegiatan ini. Dosen yang akrab disapa Amel tersebut berharap melalui penyelenggaraan kegiatan ini dapat memberikan kesempatan yang luas bagi peserta untuk menemukan karier yang sesuai dengan minat dan bakat.

“Kami berharap melalui Unpad Job Fair 2024 ini alumni, mahasiswa, dan masyarakat dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk menggali potensi diri, memperluas jaringan, dan menemukan kesempatan kerja yang sesuai dengan harapan mereka,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan pameran kerja ini juga disambut baik oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Drs. Teppy Wawan Dharmawan, S.H. Teppy mengatakan pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud dari bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi bersama dengan perusahaan. Oleh karena itu, Teppy berharap agar kegiatan ini dapat terus berlanjut pelaksanaannya.

“Inilah wujud bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha atau perusahaan. Tentunya saya menyambut baik dan terima kasih kepada para pimpinan perusahaan yang telah memilih untuk mengambil kesempatan pada job fair yang dilakukan di Universitas Padjadjaran ini,” jelasnya. (arm)*

The post Sebanyak 43 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di Unpad Job Fair 2024 appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad dan CPA Australia Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Pendidikan Profesi Akuntan

Laporan oleh Ismail Cahya Putra

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama dengan Certified Practising Accountant atau CPA Australia untuk mengembangkan wawasan dan keterampilan mahasiswa mengenai profesi akuntan melalui program Bright Project Vol. 2 Tahun 2024.

Kerja sama dilakukan melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang dilakukan di Ruang Serba Guna Gedung 2 Lantai 4 Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Selasa (21/5/2024). Penandatanganan MoA tersebut diwakili Dekan FEB Prof. Nunuy Nur Afiah, S.E., MS., Ak., CA., dan Country Manager Indonesia CPA Australia Selvi Tanggara.

Penandatanganan tersebut merupakan bagian dari sebuah acara diskusi panel bertajuk “The Future Landscape of Accounting Profession & Role Accountant on ESG Reporting”.

Manajer Riset & Kerja Sama FEB, Dr. Arie Pratama, S.E., M.Ak., CPSAK., CPMA., CertIFR., CertISAS., CPA. menyebut bahwa ada penurunan minat mahasiswa untuk memasuki bidang akuntansi. Terdapat dua hal yang berdampak pada tren perkembangan bisnis dan relevansi profesi seorang akuntan, yaitu keberlanjutan dan teknologi digital.

Arie melanjutkan, pendidikan akuntansi perlu beradaptasi mengikuti kedua hal tersebut. Untuk itu, kerja sama ini merupakan tonggak dari usaha tersebut. “Kami mengharapkan, kebermanfaatan kerja sama ini adalah mampu menumbuhkan sinergi antara profesi akuntan dengan pendidikan akuntansi,” ucap Arie.

Selvi sendiri menjelaskan pentingnya mahasiswa untuk mengantisipasi tren dan perubahan dalam profesi akuntan yang didorong oleh perubahan iklim, teknologi, dan paradigma bisnis. Ia menambahkan, perubahan itu membuka kesempatan bagi para akuntan untuk berkembang, namun juga menghadirkan tantangan yang perlu dihadapi melalui adaptasi dan praktik yang etis.

“Peran akuntan berkembang melampaui batas-batas tradisional, memerlukan perpaduan antara keahlian teknis, keterampilan analisis, dan juga wawasan yang strategis,” ungkap Selvi.

Selanjutnya, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad, Prof. Dr. Nunuy Nur Afiah, S.E., MS., Ak., CA., mengungkapkan kekhawatiran terhadap bidang akuntansi yang lambat laun mengalami penuaan, dan kurangnya ketertarikan dari kaum muda untuk menguatkan profesi akuntan di Indonesia.

“Kedatangan CPA Australia adalah salah satu upaya untuk membuat attractiveness dari profesi akuntan itu menjadi hidup kembali,” ucap Prof. Nunuy. (arm)*

The post Unpad dan CPA Australia Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Pendidikan Profesi Akuntan appeared first on Universitas Padjadjaran.

FKG Unpad Luncurkan Program “Smart Campus”

[Kanal Media Unpad] Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Padjadjaran meluncurkan "Smart Campus" sebagai bagian dari program “Smart and Green Dentistry”  di Kampus FKG Unpad, Jatinangor, Senin (20/5/2024).

Peluncuran secara simbolis dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Organisasi dan Perencanaan Prof. Drs. Yanyan Mochamad Yani, MAIR., Ph.D., Dekan FKG Unpad Dr. Dudi Aripin, drg., Sp.KG., dan Ketua Ika Komisariat FKG Unpad drg. Ansar Arifin. Acara juga dihadiri sejumlah pimpinan universitas dan fakultas.

Dalam sambutannya, Dudi mengatakan bahwa Smart Campus merupakan bagian dari upaya transformasi akademik dan budaya kerja di FKG Unpad. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan capaian pembelajaran bagi mahasiswa untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sekaligus penguatan internasionalisasi FKG Unpad.

“Pada akhirnya mendukung Unpad yang bermanfaat dan mendunia,” kata Dudi.

Dikatakan Dudi, proses pembelajaran dan internasionalisasi  acapkali menghadapi tantangan, seperti tingkat stres dari mahasiswa dan dosen, serta zaman yang terus berubah. Smart Campus diharapkan dapat menjawab tantangan tersebut.

Smart Campus sendiri terdiri dari: Sehat fisik, mental, dan lingkungan; Metode pembelajaran transformatif; Agent of change; Religius; dan Terekognisi global.

“Mudah-mudahan lima program utama ini bisa mewujudkan proses pembelajaran ataupun non pembelajaran di FKG Unpad ini yang bisa menunjang terhadap hasil dari proses pendidikan kita,” harap Dudi.

Sebagai panduan dalam implementasi Smart Campus FKG Unpad, telah disusun buku panduan yang akan menjadi acuan bagi seluruh stakeholders FKG Unpad. Buku panduan ini disusun dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai stakeholders FKG Unpad.

Dalam mewujudkan Smart Campus, FKG Unpad juga telah menyediakan sejumlah fasilitas penunjang yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan program ini, di antaranya ruang konsultasi, sarana olah raga, dan nursery room. Sejumlah duta dari setiap program Smart Campus juga telah terpilih untuk ikut menyebarluaskan program ini.

“Mudah-mudahan ini dapat diimplementasikan, direalisasikan, dan didukung oleh semuanya sehingga program-program unggulan kami ini bisa terlaksana, sehingga lulusan kita tidak hanya bisa bersaing di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasinal dengan kompetensi yang sangat baik,” harap Dudi.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Yanyan mengatakan bahwa program Smart Campus ini sangat baik dan perlu diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari. Program juga perlu dijalankan dengan bahagia.

“Atas nama pimpinan Universitas Padjadjaran, kami mendukung penuh adanya Smart Campus ini,” kata Prof. Yanyan. (arm)*

The post FKG Unpad Luncurkan Program “Smart Campus” appeared first on Universitas Padjadjaran.

Unpad dan Pemkab Nias Selatan Jalin Kerja Sama

[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengenai pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam pertemuan di Ruang Rapat Livin, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, Senin (20/5/2024).

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti yang dalam kesempatan tersebut diwakili Wakil Rektor Bidang Organisasi dan Perencanaan Unpad Prof. Drs. Yanyan Mochamad Yani, MAIR., Ph.D., bersama dengan Bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha, S.H., M.H.

Sementara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilakukan Direktur Tata Kelola, Legal, dan Komunikasi Prof. Dr. H. Isis Ikhwansyah, S.H., M.H., CN., dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nias Selatan Nurhayati Telaumbanua, S.Pd., M.M.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Yanyan mengatakan bahwa Unpad sangat menyambut baik kerja sama yang terjalin dengan Pemkab Nias Selatan. Diharapkan, kerja sama ini dapat berlangsung dalam waktu jangka waktu lama, serta memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Mudah-mudahan pertemuan ini bukan pertemuan yang terakhir, tetapi harus ada tindak lanjutnya. Universitas Padjadjaran menyambut baik kerja sama ini dan mudah-mudahan ini bisa membawa manfaat untuk kedua belah pihak,” ujar Prof. Yanyan.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Nias Selatan Dr. Hilarius Duha menyampaikan rasa terima kasih atas terlaksananya kerja sama antara Unpad dan Pemkab Nias Selatan. Hilarius optimistis bahwa kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang baik, khususnya dalam peningkatan SDM di Kabupaten Nias Selatan.

“Kerja sama ini saya yakin dan percaya dapat meningkatkan SDM. Terima kasih atas penerimaan dari Universitas Padjadjaran kepada Pemerintah Kabupaten Nias Selatan, semoga apa yang kami harapkan terutama kerja sama ini tetap berlanjut bukan yang pertama dan terakhir,” kata Hilarius. (arm)*

The post Unpad dan Pemkab Nias Selatan Jalin Kerja Sama appeared first on Universitas Padjadjaran.

© 2023 DPSI Unpad.
Jl. Ir. Soekarno km. 21 Jatinagor Sumedang
Gedung Rektorat Lantai 3
dir.psi@unpad.ac.id