Sehubungan dengan perencanaan tahunan unit kerja di lingkungan Universitas Padjadjaran, kami dengan ini mengumumkan jadwal penginputan rencana anggaran dan detail item barang sebagai dasar rencana kerja anggaran tahunan dan rencana umum pengadaan untuk tahun 2024.
Jadwal Penginputan pada Database aplikasi Siat Perencanaan:
Tanggal: 13 Desember 2023 - 08 Januari 2024
Pada SIAT Perencanaan Modul Usulan Tahunan
Untuk memastikan kelancaran proses perencanaan, harap menyiapkan program dan kegiatan serta pengelompokan kegiatan yang sudah tersedia pada aplikasi serta rincian item barang/jasa dengan cermat. Pastikan informasi data mencakup hal berikut:
Kelompok Kegiatan, Akun Belanja, Nama Barang/Jasa, Kuantitas, Spesifikasi Teknis, dan Perkiraan Harga (memperhatikan peningkatan tingkat inflasi)
Perencanaan ini akan menjadi dasar untuk Rencana Kerja anggaran tahunan Unit kerja dan rencana umum pengadaan tahun 2024. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh unit kerja untuk berpartisipasi aktif dalam menyusun rencana anggaran, memastikan bahwa kebutuhan dan prioritas masing-masing unit terakomodir. mohon diperhatikan agar data terinput tersebut akan terintegrasi dengan sistem lain diantaranya modul Oracle Finance dan sistem informasi procurement tersedia. selain itu sebagai syarat dari manajemen akuntabilitas kinerja yang baik pada akhir periode jadwal pengmuman ini diwajibkan bagi unit kerja untuk memiliki dokumen RKAT dengan format baku RKAT PTNBH dan mengirimkannya ke dir.psi@unpad.ac.id.
Kami mengharapkan kerjasama penuh dari seluruh staf dan unit kerja dalam menjalankan proses ini. Penginputan yang tepat waktu dan akurat akan menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja anggaran tahunan dan pengadaan tahun 2024 yang efektif, efisien, akuntable dan dapat dipertanggungjawabkan.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasama semua pihak. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Koordinator Bid Perencanaan Jana Rustia.







[Kanal Media Unpad] Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Herman Suryatman, secara resmi melepas 3.382 mahasiswa Universitas Padjadjaran untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di 203 desa yang tersebar di dua kabupaten di Jawa Barat yaitu Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang. Pelepasan mahasiswa KKN tersebut dilaksanakan di halaman Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor pada Jumat, 9 Januari 2026.
“Kunci penanggulangan kemiskinan itu ada dua, yaitu pendapatan harus ditingkatkan dan beban pengeluaran harus dikurangi. Oleh karena itu, adik-adik mahasiswa diharapkan bisa ‘menyeberangkan’ dan mengantarkan masyarakat agar mampu mengakses peluang, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi beban pengeluaran,” ujar Herman.
Herman menyampaikan bahwa meskipun waktu pelaksanaan KKN relatif singkat, mahasiswa diharapkan mampu memberikan dampak nyata melalui penguatan literasi keluarga dan literasi keterampilan hidup (life skill). Menurutnya, masyarakat perlu dibekali pengetahuan untuk mengakses berbagai peluang, meningkatkan pendapatan, serta menurunkan beban pengeluaran.
Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, mengatakan bahwa kegiatan KKN merupakan peluang yang sangat besar bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari masyarakat. KKN tidak hanya menjadi ruang pembelajaran di luar kelas, tetapi juga berperan sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus dengan berbagai permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat di lapangan.
“Selamat belajar di tempat KKN. Semoga ilmu yg didapatkan dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Rektor Unpad.
Sebanyak 3.382 mahasiswa bersama 203 dosen pembimbing akan diterjunkan ke 203 desa yang tersebar dalam 46 kecamatan di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Sumedang. Dari jumlah tersebut, 157 desa berada di 30 kecamatan di Kabupaten Indramayu, sementara 46 desa lainnya tersebar di 16 kecamatan di Kabupaten Sumedang. Seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN ini terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Program KKN ini direncanakan berlangsung selama kurang lebih satu bulan, terhitung mulai 10 Januari hingga berakhir pada 11 Februari 2026, dengan fokus pada penanganan kemiskinan dan pengelolaan sampah.
Sementara Bupati Sumedang Dr. Dony Ahmad Munir mengapresiasi Universitas Padjadjaran yang telah memilih Kabupaten Sumedang sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Ia meyakini kehadiran mahasiswa Unpad akan memberikan makna, manfaat, dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami mendapat energi dari akademisi yang akan menjadi wahana solutif untuk menyelesaikan persoalan yang ada di Sumedang,” ujar Dony.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyampaikan bahwa Kabupaten Indramayu merasa bersyukur karena terpilih sebagai lokasi pelaksanaan KKN Unpad. Di antara seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat, ia menilai Indramayu akan mendapatkan kebermanfaatan dengan hadirnya mahasiswa Unpad yang berkontribusi dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami siap secara data, kami serahkan semua para camat, dan juga kepala desa untuk ayo bekerja sama, ini satu kesempatan yang luar biasa,” kata Lucky.
Melalui pelaksanaan KKN ini, Unpad berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya pembangunan berbasis pemberdayaan serta mendorong terwujudnya desa yang lebih mandiri dan sejahtera.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish)









(Foto-foto oleh: Dadan Triawan dan Jalasenastri Saprala)*
The post Sebanyak 3.382 Mahasiswa Unpad Ikuti KKN di Sumedang dan Indramayu, Sekda Jabar Lepas Keberangkatannya appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran kembali mengirimkan gabungan 22 mahasiswa dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan Unpad dalam pemberangkatan Batch 3 relawan kemanusiaan dengan fokus pengabdian ke Aceh, sekaligus menyalurkan donasi Unpad Peduli Sesama bagi korban bencana banjir bandang dan longsor di Aceh sebesar Rp39.868.687. Pelepasan mahasiswa tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Livin’, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, pada Kamis, 8 Januari 2026.
“Saat ini kami kembali mengirimkan relawan ke Aceh karena dampak bencana di wilayah tersebut lebih luas. Selain itu, terbatasnya aksesibilitas membuat proses penanganan di Aceh relatif lebih lambat,” jelas Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, SS., MA., Ph.D.
Sebanyak 22 relawan mahasiswa tersebut akan bertugas di Takengon, Aceh. Selain memberikan layanan pengobatan, para relawan juga akan melakukan Psychological First Aid (PFA) bagi masyarakat terdampak bencana. Kegiatan lainnya meliputi pendampingan psikologis di sekolah-sekolah yang telah kembali beroperasi, melalui metode permainan edukatif untuk membantu pemulihan kondisi mental anak-anak.
“Mahasiswa ada yang berasal dari Fakultas Keperawatan dan Fakultas Psikologi, sehingga mereka sudah punya modal pengetahuan untuk bisa mengaplikasikan ilmu mereka khususnya untuk pengobatan pertama di lapangan,” ujar Inu.
Pada Batch 3 ini, Unpad sekaligus menyalurkan donasi Unpad Peduli Sesama bagi korban bencana di Aceh. Donasi tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan berbagai logistik bantuan, seperti sembako, makanan ringan berprotein tinggi, serta obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat terdampak. Secara keseluruhan, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp130 juta, yang sebelumnya telah disalurkan sebesar Rp81 juta pada pemberangkatan relawan tahap kedua, sementara sisanya digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan pada tahap berikutnya.
Inu menambahkan bahwa seiring perkembangan situasi di lapangan, masa tanggap darurat bencana di Aceh diperpanjang hingga 20 Januari. Setelah itu, diperkirakan memasuki fase pemulihan (recovery) yang memerlukan tenaga psikolog untuk membantu penyintas mengatasi trauma. Ke depan, Unpad membuka peluang pengembangan program lanjutan dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), khususnya dalam upaya pemulihan psikososial pascabencana.
Lebih lanjut, Unpad sebelumnya telah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap mahasiswa yang terdampak bencana, khususnya yang terdampak langsung pada keluarga inti. Mahasiswa yang telah terverifikasi tersebut telah diajukan untuk memperoleh bantuan dari Kemendiktisaintek termasuk dukungan terkait keringanan UKT.
“Kami akan memprioritaskan mereka untuk mendapatkan beasiswa tidak mampu yang akan dibuka pada semester genap yang akan datang,” ujar Inu.
Sebagai bentuk kepedulian bersama, masyarakat dan keluarga besar Unpad masih dapat menyalurkan bantuan bagi korban bencana melalui penggalangan dana Unpad Peduli Sesama. Donasi dapat disalurkan melalui Bank BNI nomor rekening 9881957133000018 atas nama Unpad Peduli Sesama, yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan kemanusiaan dan proses pemulihan di wilayah terdampak bencana.*

The post Unpad Kembali Kirim Relawan dan Donasi untuk Bantu Penanganan Korban Bencana di Aceh appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Dewan Profesor Universitas Padjadjaran menyelenggarakan “Seminar Hutan, Air, dan Hukum: Orkestrasi Ilmu untuk Ketahanan Bencana di Sumatera” yang diselenggarakan di Bale Rumawat, Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung, pada Rabu, 7 Januari 2026. Kegiatan seminar tersebut dilaksanakan dalam rangka diskusi keilmuan dari kacamata akademisi terkait bencana ekologis yang terjadi di Sumatera.
Seminar yang bertajuk ”Menjaga Bumi, Menjaga Ibu Pertiwi dari Restorasi Hutan, Tata Kelola Air, hingga Keadilan Ekonomi Lingkungan” tersebut menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Guru Besar FH Unpad, Prof. Dr. Lastuti Abubakar S.H., M.H., Guru Besar FTIP Unpad, Prof. Ir. Chay Asdak, M.Sc., Ph.D, dan Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Unpad, Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc., serta dimoderatori oleh Sekretaris Dewan Profesor Unpad, Prof. Dr. Iman Hernaman, M.Si.
Guru Besar FTIP Unpad, Prof. Ir. Chay Asdak, M.Sc., Ph.D, menyampaikan perspektif hidrologi hutan dari bencana ekologis Sumatera. Prof. Chay menjelaskan, diperlukannya upaya pengendalian izin-izin perkebunan dan tambang, insentif dan disentif, serta kolaborasi dalam strategi pengendalian banjir dan tanah longsor via restorasi lanskap DAS yang diwujudkan melalui regulasi (Perda, PerDes) untuk komitmen bersama.
”Statement para pejabat juga harus yang mendorong terjadinya kolaborasi, bukan sebaliknya, counter productive. Karena kalau hanya menyalah-nyalahkan saja, tidak akan bisa menghimpun kekuatan, karena kekuatan kita adalah dalam kebersamaan,” jelas Prof. Chay.
Sementara itu, Guru Besar FTG Unpad, Prof. Dr. Ir. Hendarmawan, M.Sc., menjelaskan pemaparan yang berjudul ”Di Saat Air Kehilangan Ruang: Pelajaran Hidrogeologi dari Banjir Bandang Sumatera”. Prof. Hendarmawan menegaskan pemicu proses alam merupakan pemicu utama dan pengontrol dominan bencana, tanpa atau dengan campur tangan manusia. Prof. Hendarmawan menambahkan juga pentingnya early warning dan penataan ruang yang baik untuk mitigasi yang komprehensif.
”Kita semua jangan abai lagi, early warning dan penataan ruang yang baik, dan tentu saja sesuai mitigasi yang komprehensif,” tegas Prof. Chay.
Guru Besar Fakultas Hukum Unpad, Prof. Dr. Lastuti Abubakar S.H., M.H., menyampaikan pemaparan ”Governansi Korporasi Berbasis ESG: Upaya Mencegah Bencana dan Kerusakan SDA dalam Perspektif Hukum Ekonomi Lingkungan”. Prof Lastuti menyimpulkan bahwa Governansi dan ESG merupakan instrumen hukum ekonomi yang mandatori sebagai landasan penguatan hukum ekonomi lingkungan dan bencana ekologis merupakan kegagalan tata kelola korporasi yang dapat diatasi dengan integrasi dua hal tersebut.
”Kita itu secara hukum ekonomi memerlukan dana untuk melakukan recovery, melakukan pemulihan, melakukan apapun itu terkait bencana. Ini bisa kita pupuk, kita himpun, kita distribusikan dengan baik kalau kita secara kelembagaannya benar, secara prosesnya juga benar sampai tepat sasaran. Makanya saya menulis dalam satu jurnal internasional tentang bagaimana model pengelolaan dana lingkungan,” jelas Prof. Lastuti.
Ketua Senat Akademik Unpad, Prof. Dr. Yoni Syukriani, dr., Sp.FM.Subsp.SBM, M.Si., DFM., dalam sambutannya mengajak para akademisi, khususnya yang ada di lingkungan Unpad untuk terus semangat berdiskusi dengan pandangan multidisiplin ilmu dan tidak terjebak dalam simplifikasi masalah.
”Jadi saya kira mengapa kita harus tetap bersemangat untuk mendiskusikan sesuatu dengan sangat kompleks karena kompleksitas itu sangat penting. Jadi diharapkan jangan sampai kita terjebak dalam simplifikasi masalah dan pandangan multidisiplin dibutuhkan karen persoalan itu sebagian besar adalah harus dipikirkan dari berbagai sudut pandang,” jelas Prof. Yoni.
Sementara Ketua Dewan Profesor Unpad, Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si., dalam pengantarnya berharap bahwa hasil seminar kali ini dapat menghasilkan policy brief dan gagasan yang dapat dicermati oleh pemerintah dalam upaya preventif dan penanganan bencana alam.
”Mudah-mudahan diskusi soal Hutan, Air, dan Hukum: Orkestrasi Ilmu untuk Ketahanan Bencana di Sumatera bisa menghasilkan policy brief atau bisa menghasilkan gagasan-gagasan yang mudah-muudahan nanti bisa sampai kepada para pemimpin di negara kita,” harap Prof. Atwar.* (Reporter: Muhammad Fadhlurrahman Khoolish)






The post Seminar Hutan, Air, dan Hukum: Orkestrasi Ilmu untuk Ketahanan Bencana di Sumatera appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Dalam rangka mempersiapkan mahasiswa untuk memberikan dampak dan manfaat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN), Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Pembekalan KKN Unpad Berdampak 2026 yang diselenggarakan secara hybrid di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, pada 5-7 Januari 2026. Mahasiswa Unpad dijadwalkan melaksanakan kegiatan KKN di wilayah Indramayu dan Sumedang pada bulan Januari-Februari 2026 mendatang.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, S.Psi., MOP., Ph.D., menyampaikan bahwa Universitas Padjadjaran terus mendorong agar seluruh aktivitas tridharma perguruan tinggi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam hal ini, program KKN Unpad Berdampak 2026 merupakan salah satu wujud nyata komitmen Unpad dalam menghadirkan kontribusi langsung kepada masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat.
“Unpad saat ini ingin senantiasa berdampak. Kami tidak ingin hanya melakukan riset yang berhenti pada tahap publikasi. Karena meskipun publikasi itu penting, yang jauh lebih penting adalah bagaimana hasil riset dan ilmu pengetahuan tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui KKN mahasiswa memegang amanah yang mulia, yaitu membantu masyarakat meningkatkan kualitas hidup melalui pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama berkuliah di Unpad,” ujar Prof. Zahrotur.
Sementara itu, kepada Tim Kanal Media Unpad, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Jawa Barat Ane Carolina, S.Si., M.Eng., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan KKN Unpad Berdampak 2026 yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam pembangunan manusia. Ane menjelaskan bahwa Pemprov Jabar saat ini terus berupaya menurunkan angka kemiskinan melalui strategi menurunkan beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dalam konteks tersebut, mahasiswa KKN diharapkan dapat berperan sebagai jembatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat miskin ekstrem untuk keluar dari jerat kemiskinan.
“Pemerintah dan akademisi tidak bisa berjalan sendiri. Kampus menghasilkan teori dan inovasi, sementara masyarakat menjadi ruang praktiknya. Momentum KKN ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus mendarmabaktikan ilmunya kepada masyarakat. Memang mahasiswa KKN tidak bisa langsung menjamin masyarakat sejahtera dalam waktu singkat. Namun, minimal mereka mampu membangun mindset, mental model, dan pemetaan jalan keluar dari kemiskinan,” ujar Ane.
Hadir pula memberikan materi pada pembekalan ini Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si. Melalui kegiatan Pembekalan KKN Unpad Berdampak 2026 ini, diharapkan mahasiswa Unpad siap terjun ke masyarakat dengan pemahaman, empati, dan semangat pengabdian, sehingga mampu menghadirkan perubahan yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Indramayu, Sumedang, dan sekitarnya.*
The post Unpad Kolaborasi dengan Pemprov Jabar, Bekali Mahasiswa Laksanakan KKN Unpad Berdampak 2026 appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Dekan Fakultas/Sekolah Periode 2026–2030 di Lingkungan Unpad yang berlangsung di Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan, pada 2-4 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum awal penyelarasan kepemimpinan fakultas dan sekolah di lingkungan Unpad agar selaras dengan arah kebijakan strategis universitas.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Unpad Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyampaikan materi mengenai Rencana Strategis (Renstra) Unpad sebagai landasan utama pengembangan institusi selama masa periode berlangsung. Rektor menyampaikan bahwa kepemimpinan Dekan harus berlandaskan pada nilai utama Unpad, yaitu meliputi ketuhanan, integritas, keterbukaan, berdampak, sinergi, kesetaraan, serta progresivitas. Dalam hal ini, Dekan memiliki peran strategis sebagai role model yang akan menentukan budaya organisasi di lingkungan fakultas dan sekolah di Unpad.
“Nilai-nilai ini bukan nilai yang basa-basi, tetapi harus hidup dalam diri setiap Dekan. Dekan adalah role model, sehingga apa yang ditunjukkan dalam sikap dan keputusan akan membentuk budaya di lingkungan fakultas dan sekolah,” ujar Rektor.
Rektor juga memaparkan arah strategis jangka menengah yang akan dilakukan oleh Unpad, salah satunya melalui penguatan konsep Smart and Green Campus yang tidak hanya berorientasi pada pengakuan, tetapi juga pada implementasi nyata. Rektor berharap upaya pengelolaan lingkungan, seperti penanganan sampah dan efisiensi energi dapat semakin terintegrasi dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.
Sementara itu, dalam konteks tridarma Rektor menjelaskan pentingnya integrasi antara pendidikan, dunia kerja, dan pengabdian kepada masyarakat. Program akademik di tingkat fakultas diharapkan tidak berjalan terpisah, melainkan menjadi satu kesatuan yang saling terhubung dan relevan dengan kebutuhan secara nyata, sehingga lulusan Unpad memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan sekaligus berdampak bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Rektor mengingatkan agar seluruh kebijakan dan program pengembangan fakultas tetap selaras dengan Renstra yang telah disepakati bersama. Rektor menyampaikan bahwa kesatuan arah dan harmoni menjadi kunci dalam mewujudkan visi Unpad sebagai perguruan tinggi yang inklusif, unggul, dan berdampak, tanpa kehilangan jati diri dan budaya bangsa. Oleh karena itu, para Dekan diharapkan mampu memahami Renstra Unpad secara mendalam dan menjadikannya sebagai dasar dalam perumusan kebijakan di tingkat fakultas dan sekolah, sehingga setiap langkah pengembangan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Unpad dan masyarakat luas.
“Renstra ini adalah kompas bersama. Selama kita berpegang pada perencanaan yang sama, maka jelas apa yang kita kejar dalam lima tahun ke depan dan seluruh unsur Unpad akan bergerak dalam satu irama,” pungkas Rektor.
Pada kesempatan ini, para Dekan juga mendapatkan pemaparan materi mengenai Wawasan Ke-Unpad-an yang disampaikan oleh Rektor ke-10 Unpad Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA., materi Arah Pengembangan Pendidikan Tinggi di Indonesia yang disampaikan oleh Rektor ke-11 Unpad Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr., materi Pengelolaan PTNBH yang disampaikan oleh Rektor ke-12 Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE.. Pada hari berikutnya, pembekalan diisi oleh pemaparan dari para Wakil Rektor dan Direktur di lingkungan Unpad.*

























The post Usai Dilantik, Seluruh Dekan Ikuti Pembekalan untuk Selaraskan Kepemimpinan dengan Renstra Unpad appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Tahun 2025 menjadi periode refleksi sekaligus transisi penting bagi Universitas Padjadjaran. Di tengah dinamika perubahan kepemimpinan dan tantangan global yang semakin kompleks, Unpad terus memperkuat langkah pengembangan institusi menuju pusat pendidikan dan pengetahuan yang inklusif, berkelanjutan, serta berkelas dunia. Melalui berbagai upaya strategis sepanjang 2025, Unpad mendorong inovasi global sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
Demikian disampaikan oleh Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita dalam kegiatan Mapag 2026 bertajuk “Kiprah Unggul, Jejak Inklusif, dan Karya Berdampak” yang diselenggarakan di Grha Sanusi Hardjadinata, Jl. Dipati Ukur No. 35, Bandung, pada Jumat, 2 Januari 2026. Dalam bahasa Sunda, mapag berarti menjemput atau menyambut, yang mencerminkan semangat Unpad dalam menyongsong tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat peran institusi pendidikan tinggi.
“Kita harus bisa menyadari apa yang sudah kita alami di 2025, dan kita bertekad untuk menetapkan arah 2026 sesuai dengan apa yang kita cita-citakan,” tutur Rektor.
Rektor mengajak seluruh keluarga besar Unpad untuk bergerak bersama dengan disiplin, kolaborasi, dan konsistensi dalam eksekusi. Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan Unpad terus bertumbuh sebagai universitas yang unggul, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.
“Mari kita satukan tekad, mari kita bersama-sama menyongsong tahun 2026 untuk bisa mengatakan bahwa Unpad pasti bisa dan bisa menjadi yang terbaik,” ujar Rektor.
Dalam kegiatan tersebut, diselenggarakan sesi tanya jawab antara tenaga kependidikan dan dosen Universitas Padjadjaran dengan Rektor Unpad yang dimoderatori oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad, Prof. Widya Setiabudi Sumadinata serta pembacaan doa oleh Dr. Eka Kurnia Firmansyah, M.Hum. (Dosen FIB Unpad). Selain itu, dilaksanakan juga pembagian doorprize yang disponsori oleh BNI, BJB, dan BSI.
Kegiatan Mapag 2026 menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kebersamaan bagi seluruh keluarga besar Unpad dalam menyambut tahun 2026. Melalui kegiatan ini, Unpad berkomitmen untuk terus bergerak bersama dalam memperkuat peran sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.*






The post Mapag 2026, Rektor Ajak Keluarga Besar Unpad Satukan Tekad untuk Raih Hasil Terbaik appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] Kolaborasi antaruniversitas kembali mengharumkan nama Universitas Padjadjaran di tingkat nasional. Tim Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) berhasil meraih Juara Harapan I dalam ajang BIONICS (BioMedical Innovation and Scientific Competition) 2025 yang diselenggarakan oleh Medical Research Center of Indonesia (MRCI) di Yogyakarta pada 20-21 Desember 2025.
Dalam kompetisi tersebut, tim Unpad–Unair mengangkat topik potensi C-Reactive Protein (CRP) sebagai biomarker pendukung dalam deteksi dan evaluasi respons terapi Tuberkulosis (TB). Topik ini dinilai relevan dengan tantangan penanganan TB, khususnya di negara berkembang, di mana kondisi klinis pasien sering kali tidak sejalan dengan beban infeksi bakteri TB.
Tim terdiri atas dr. Yitzchak Millenard Sigilipu selaku inisiator dan presentator utama, bersama dr. Yosi Yohanes Putra Tandi, dr. Averina Octaxena Aslani, M.Sc, dan dr. Anindyta Murfia Khairunnisa dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, serta dr. Ester Chateline Susanto dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Pengembangan gagasan ini didukung melalui jejaring akademik dan layanan kesehatan sebagai afiliasi anggota tim, antara lain RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (RSJPDHK) Jakarta Barat, dan Rumah Sakit Kristen Mojowarno (RSK) Jombang.
Gagasan pemanfaatan CRP sebagai biomarker dinilai aplikatif karena proses pemeriksaannya relatif sederhana dan mudah diakses. Hal ini memungkinkan penerapan yang lebih luas untuk mendukung evaluasi perjalanan penyakit serta respons terapi TB di berbagai fasilitas layanan kesehatan. Inovasi tersebut mendapat apresiasi dewan juri karena relevansinya di bidang kesehatan dan potensi implementasi dalam skala nasional.
Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi sivitas akademika Universitas Padjadjaran untuk terus mengembangkan riset kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat serta memperkuat kontribusi Unpad dalam pengembangan ilmu kedokteran di Indonesia.* (Rilis oleh: Humas FK Unpad)
Sumber: https://fk.unpad.ac.id/kolaborasi-fk-unpad-unair-bionics-2025/
The post Kolaborasi Tim FK Unpad-Unair Raih Juara Harapan I di BIONICS 2025 appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita melantik para Dekan Fakultas dan Sekolah Periode 2026-2030 di lingkungan Unpad. Pelantikan dan serah terima jabatan dilaksanakan di Ruang Serba Guna Gedung 2 Lantai 4 Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung pada Jumat, 2 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa pelantikan Dekan merupakan bagian dari transformasi organisasi Universitas Padjadjaran untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinan di tengah dinamika dan tantangan perguruan tinggi. Dalam hal ini, Rektor menjelaskan bahwa pergantian pimpinan merupakan hal yang tidak bisa terpisahkan dari perjalanan sebuah organisasi.
Kepada para dekan yang baru dilantik Rektor menegaskan bahwa jabatan Dekan bukanlah sebuah pencapaian karier, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Rektor mengingatkan agar sumpah jabatan yang telah diucapkan menjadi pedoman dalam setiap tindakan dan kebijakan yang dilakukan dalam menjalankan tugas.
“Jabatan ini bukan anugerah atau pencapaian karier, tetapi mengandung amanah yang sangat besar. Menjadi Dekan bukan untuk dibanggakan, melainkan kewajiban yang harus dipenuhi secara penuh dan tidak main-main,” ujar Rektor.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada para Dekan periode 2020-2025 atas dedikasi, kerja keras, serta seluruh upaya yang telah dilakukan dalam memajukan Unpad. Rektor mengatakan bahwa capaian tersebut menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan Unpad ke depan.
“Saya atas nama Unpad mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras para Dekan periode 2020-2025. Apa yang telah dilakukan sudah sangat baik dan mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi dan suri teladan bagi Dekan periode selanjutnya,” kata Rektor.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan keyakinannya terhadap kapasitas para Dekan periode 2026-2030 untuk melanjutkan capaian positif serta menghadirkan peningkatan kinerja fakultas. Rektor berharap di bawah kepemimpinan yang baru, fakultas dan sekolah di lingkungan Unpad dapat berkembang menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.
“Selamat bekerja kepada seluruh Dekan yang baru dilantik, mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keberkahan dalam upaya bersama membawa Unpad menjadi lebih maju dan lebih baik,” ujar Rektor.
Berikut adalah Dekan Periode 2026-2030 di lingkungan Unpad:
| Prof. Mohamad Fahmi, S.E., MT., P.h.D | Fakultas Ekonomi dan Bisnis |
| Prof. Auliya Abdurrohim Suwantika, S.Si., Apt., Ph.D. | Fakultas Farmasi |
| Raden Achmad Gusman Catur Siswandi, SH., LL.M., Ph.D. | Fakultas Hukum |
| Prof. Aquarini Priyatna, MA., M.Hum., Ph.D | Fakultas Ilmu Budaya |
| Dr. Nindi Aristi, S.Sos., M.Comn. | Fakultas Ilmu Komunikasi |
| Prof. Dr. Mohammad Benny Alexandri, S.E., M.M. | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |
| Prof. Dr. dr. Vitriana, Sp.KFR. | Fakultas Kedokteran |
| Prof. Dr. Dudi Aripin, drg., Sp.KG(K). | Fakultas Kedokteran Gigi |
| Windy Rakhmawati, S.Kp., M.Kep., Ph.D. | Fakultas Keperawatan |
| Prof. Dr. Desi Harneti Putri Huspa, S.Si., M.Si | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam |
| Dr. H. Sunarto, S.Pi., M.Si | Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan |
| Dr. Ahmad Choibar Tridakusumah, Sp., MP. | Fakultas Pertanian |
| Prof. Dr. Rahmat Hidayat, S.Pt., M.Si. | Fakultas Peternakan |
| Dr. Retno Hanggarani Ninin, S.Psi., MPsi. | Fakultas Psikologi |
| Dr. Eng. Boy Yoseph Cahya Sunan Sakti Syah Alam, S.T., M.T. | Fakultas Teknik Geologi |
| Dr. Gemilang Lara Utama Saripudin, S.Pt., M.I.L. | Fakultas Teknologi Industri Pertanian |
| Prof. Dr. Ir Vijaya Isnaniawardhani, M.T | Sekolah Pascasarjana |
| Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec. | Sekolah Vokasi |






The post Rektor Lantik 18 Dekan Fakultas dan Sekolah di Lingkungan Universitas Padjadjaran appeared first on Universitas Padjadjaran.




[Kanal Media Unpad] Universitas Padjadjaran menegaskan komitmennya dalam penguatan pendidikan vokasi melalui kegiatan Laporan Akhir Masa Transisi dan Penyampaian Arah Transformasi Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran yang diselenggarakan di Auditorium Gedung 2 Sekolah Vokasi Unpad pada Senin, 29 Desember 2025.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, para Dekan dan Wakil Dekan dari delapan fakultas asal, serta jajaran pengelola Sekolah Vokasi. Forum ini menjadi bagian dari akuntabilitas institusional atas pelaksanaan masa transisi Sekolah Vokasi sekaligus penegasan arah strategis transformasi pendidikan vokasi di lingkungan Universitas Padjadjaran.
Dalam arahannya, Rektor Universitas Padjadjaran menekankan bahwa pengembangan Sekolah Vokasi merupakan agenda strategis universitas dalam menjawab tantangan perubahan dunia kerja, transformasi industri, serta kebutuhan pembangunan nasional. Rektor menegaskan bahwa pendidikan vokasi Unpad harus dibangun dengan tata kelola yang kuat, kurikulum berbasis praktik dan industri, serta jejaring kemitraan yang berdampak nyata.
Rektor juga menekankan pentingnya sinergi lintas fakultas dalam mendukung penguatan Sekolah Vokasi, baik dari aspek akademik, sumber daya manusia, riset terapan, maupun internasionalisasi. Menurutnya, fase transformasi Sekolah Vokasi harus diarahkan untuk memperkuat relevansi lulusan, meningkatkan daya saing global, serta memastikan kontribusi nyata Unpad bagi masyarakat dan dunia industri.
Pada kesempatan tersebut, Dekan Sekolah Vokasi Unpad Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec. memaparkan capaian masa transisi periode Agustus 2024 hingga Desember 2025. Capaian tersebut meliputi penguatan tata kelola kelembagaan, implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education dengan dominasi pembelajaran praktik, transformasi digital layanan akademik, serta peningkatan riset terapan dan kolaborasi dengan mitra nasional dan internasional.
Rektor mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih Sekolah Vokasi Unpad selama masa transisi, sekaligus mendorong agar fase transformasi ke depan difokuskan pada penguatan kualitas, keberlanjutan, dan dampak. Pendidikan vokasi Unpad diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, dan siap kerja, sejalan dengan visi Universitas Padjadjaran sebagai universitas unggul, inklusif, dan berdampak.
Melalui kegiatan ini, Universitas Padjadjaran menegaskan bahwa transformasi Sekolah Vokasi merupakan bagian integral dari strategi institusional universitas dalam memperkuat peran pendidikan vokasi sebagai pilar pembangunan sumber daya manusia Indonesia.* (Rilis oleh: Sekolah Vokasi Unpad)



The post Rektor Unpad Berikan Arahan Strategis dalam Laporan Akhir Masa Transisi Sekolah Vokasi appeared first on Universitas Padjadjaran.







[Kanal Media Unpad] IKatan Alumni Notariat (Ikano) Universitas Padjadjaran (Unpad) telah memberikan kontribusi donasi sebesar Rp 1,75 miliar kepada Dana Abadi Unpad (Endowment Fund). Dalam enam tahun terakhir, Ikano Unpad konsisten melakukan penggalangan dana dan memberikan hasilnya untuk Dana Abadi Unpad. Kemarin, Senin, 29 Desember 2025, Rektor Unpad menerima donasi kontribusi Dana Abadi Unpad sebesar Rp 250 juta dari Ikano Unpad di Executive Lounge Unpad, Jl. Dipati Ukur No. 35 Bandung.
"Merupakan suatu kehormatan bagi Unpad menerima kontribusi Dana Abadi dari alumni, apalagi ini bukan yang pertama kali dari Ikano Unpad. Apa yang dilakukan Ikano Unpad secara berkala setiap tahun ini tentu merupakan hal positif karena manfaat yang diberikan juga besar," ujar Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita.
Rektor memaparkan, saat ini Dana Abadi Unpad telah memiliki dana kurang lebih Rp 74 miliar, dan ditargetkan setahun ke depan akan bertambah hingga mencapai Rp 100 miliar. Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), Dana Abadi merupakan bagian tidak terpisahkan dari pengembangan universitas.
"Dalam kegiatan peringatan Dies Natalis ke-68 Unpad belum lama ini, kami antara lain memberikan beasiswa kepada 400 mahasiswa dan juga membeli sejumlah peralatan pendidikan. Dananya berasal dari hasil pengembangan Dana Abadi Unpad," ujar Rektor.
Sementara Ketua Umum Ikano Unpad, Dr. Ranti Fauza Mayana, SH., mengatakan, konsistensi memberikan kontribusi Dana Abadi ini merupakan salah satu bentuk kecintaan alumni, khususnya alumni Kenotariatan Unpad, terhadap almamater tercinta.
"Ini sudah tahun keenam, Ikano Unpad mengadakan endownment fundraising, dan hingga tahun ini sudah terkumpul dan disumbangkan sebesar satu miliar tujuh ratus lima puluh juta rupiah. Semoga dari apa yang kami kumpulkan ini dapat memberikan hasil yang terbaik untuk kemajuan almamater tercinta," ujar Dr. Ranti.
Lebih lanjut Dr. Ranti mengatakan, Ikano Unpad secara rutin menyelenggarakan tiga program kegiatan untuk almamater. Selain rutin melakukan endowment fundraising, Ikano juga rutin memberikan bantuan biaya pendidikan untuk mahasiswa Magister Kenotariatan Unpad, serta kontribusi bantuan kepada Fakultas Hukum Unpad.
Dr. Ranti mengajak seluruh alumni Unpad agar dapat memberikan kontribusi terbaiknya kepada almamater tercinta, antara lain dengan membantu menumbuhkan Dana Abadi Unpad.
"Mari kita Kembali ke kampus karena dari almamater kita tercinta inilah kita bisa menjadi kita yang sekarang ini. Tumbuhkan rasa cinta dan rasa memiliki, berikan yang terbaik untuk turut membesarkan Unpad," ujar Dr. Ranti.*



The post Rutin Donasi untuk Dana Abadi, Ikano Unpad Telah Berkontribusi Rp 1,75 Miliar appeared first on Universitas Padjadjaran.